Bupati Bombana Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanudin, M.Si memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Bombana pada Senin, 2 Juni 2025. Awalnya upacara Hari Lahir Pancasila ini akan digelar pada Minggu, 1 Juni 2025 namun karena adanya Surat susulan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI) Nomor 144/PK.00.00/05/2025/Ka. BPIP tanggal 30 Mei 2025 perihal Perubahan waktu upacara maka Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Kabupaetn Bombana digelar hari ini, Senin 2 Juni 2025. Upacara ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana yang dipimpin oleh dr. Sunandar, MM.Kes. Upacara berlangsung dengan khidmat serta penuh makna.
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025 ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, Pasukan TNI/Polri, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana bersama pengurus, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama staf, Camat, Lurah, dan Kepala Desa wilayah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah, para guru SD, SMP, dan SMA/sederajat wilayah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2024 yang diwakili oleh Ld. Muh. Yuslan Yodyatma Amin, Salman dan Nurul Izzatul Misdha bertindak sebagai penggerek bendera. Dan dengan dikibarkannya bendera merah putih oleh perwakilan Paskibraka tahun 2024 pada peringatan Upacara Hari Lahir Pancasila ini maka Paskibraka Kabupaten Bombana Tahun 2024 pun resmi dinyatakan sebagai Purnapaskibraka. Selanjutnya Bupati Bombana bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Bupati Bombana menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama bangsa Indonesia. “Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Bupati dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh peserta upacara untuk tidak menjadikan Hari Lahir Pancasila hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan. “Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” imbuhnya.
Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar, meneguhkan kembali semangat persatuan dan kebangsaan di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. (sinaganur)
