Distan Bombana Berikan Pelatihan BHabinkamtibmas Pelaporan Ketahanan Pangan
Bertempat di Cafe Grend Lampusui Kasipute Kamis, 20 Februari 2025. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Bapak Hasbi, SP. M. M .,menjadi narasumber Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kanit Binmas dan Bhabinkamitibmas Polres Bombana dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan. Acara ini dibuka langsung oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S. I. K, M. I. K, dan dihadiri Wakapolres, para Kabag, Kasat dan Kanit ,Disketapang Bombana serta Bhabinkamtibmas Polres Bombana seluruh wilayah Polsek Bombana.
Dalam materi yang disampaikan Kabid Tanaman Pangan Dan Hortikultura tentang budidaya tanaman jagung dan bagaimana cara penanganan organisme pengganggu tumbuhan. Yaitu mulai dari 1. Bahan Tanam
2. Penyiapan Lahan
3. Penanaman
4. Pemupukan
5. Penyiangan
6. Pengendalian Hama & Penyakit
7. Pengairan
8. panen
Pemilihan varietas : melihat deskripsi varietas
terutama potensi hasil dan ketahanan
terhadap hama & penyakit, ketahanan
terhadap kekeringan, tanah masam, umur tanam. Penyiapan Lahan dapat dilakukan dengan 2 cara:
1. Olah Tanah Sempurna (OTS) → bila kadar liat tanah
tinggi
2. Tanpa Olah Tanah (TOT) → bila lahan gembur
• Penanaman jagung pada musim hujan biasanya perlu
dilakukan OTS, ketika musim kemarau dapat
dilakukan TOT.
PENANAMAN
• Pemberian pupuk kandang atau kompos dilakukan 3-
7 hari sebelum tanam dengan cara menaburkannya di
lubang tanam, atau pada baris dimana benih jagung
akan ditanam.
• Pupuk kandang dapat diberikan pada saat tanam
sebagai penutup benih pada lubang tanam.
• Jarak tanam:
a) 70 cm x 20 cm dengan 1 benih per lubang tanam
b) 75 cm x 40 cm dengan 2 benih per lubang tanam
Aplikasi Pupuk:
Tugal sedalam 5 cm dan sekitar 10 cm di samping
pangkal tanaman, setelah pupuk dimasukkan ke
dalam tugal (lubang pupuk) kemudian ditutup dengan
tanah
• Waktu aplikasi :
a) 7 hari setelah tanam (HST)
b) 28-30 HST
c) 45-50 HSTDilakukan 2 kali pada umur 14 – 20 HST, sekaligus
dilakukan pembumbunan (mencangkul dan
menimbun tanah di sekitar tanaman jagung)
• Penyiangan kedua dilakukan sekitar 2 minggu setelah
penyiangan pertama
• Penggunaan herbisida kontak dapat dilakukan
dengan sprayer, nozzle diberi pelindung plastik
berbentuk corong agar tidak mengenai daun jagung
Contoh herbisida kontak : Gramoxon atau Bravoxone
276 SL, Noxone 297 AAS
Penyakit yang banyak dijumpai pada tanaman jagung :
a) Bulai (penyakit yang disebabkan oleh jamur
Peronosclerospora spp)→ pengendalian: perlakuan
benih dicampur dengan pestisida (Ridhomil atau
Saromil) 2g/10mL.
b) Jamur (Fusarium sp.) → pengendalian: penyemprotan
fungisida (Dithane M-45) 45g/15L; dilakukan pada
bagian tanaman dibawah tongkol jagung
• Hama :
a) Lalat bibit → pengendalian : awal pertumbuhan
insektisida carbofuran
b) Penggerek batang & tongkol → jika tampak
serangan diberi carbofuran pada pucuk tanaman Panen jagung dilakukan sekitar 100 HST (bergantung
jenis/varietas)
• Ciri masak fisiologis : daun jagung/klobot telah kering
berwarna kekuningan dan ada tanda hitam di bagian
pangkal tempat melekatnya biji pada tongkol
• Permasalahan panen : bila
waktu panen berlangsung saat
curah hujan tinggi
menyebabkan kadar air biji
cukup tinggi. Penundaan
pengeringan akan
menyebabkan penuruan
kualitas hasil biji jagung. Dan dilanjutkan dengan diskusi bersama (ade)
