Berita Terkini

Image

IOM SOSIALISASIKAN MIGRASI AMAN DAN KEPATUHAN ATURAN BAGI NELAYAN PESISIR

Bombana – International Organization for Migration (IOM) melakukan kegiatan sosialisasi tentang migran aman dan resioko penyeludupan orang bagi nelayan dan msyarakat pesisir melalui Dinas Perikanan , yang resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan, Ir. Muhammad Siarah, M.Si. di Desa Terapung, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Senin (2/2/2026)

 

Kegiatan ini dihadiri oleh para nelayan, nakhoda kapal, perwakilan kelompok nelayan, serta masyarakat pesisir setempat. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pemahaman masyarakat pesisir terhadap bahaya migrasi tidak teratur dan risiko keterlibatan dalam praktik penyelundupan migran, khususnya yang rentan terjadi di wilayah pesisir.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan,  Muhammad Siarah menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh data dari Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Darwin, Australia, yang menunjukkan bahwa mayoritas nelayan pelintas batas yang tertangkap melakukan penangkapan ikan di perairan Australia, pada periode 1 Januari hingga 30 Oktober 2025 berasal dari Kabupaten Bombana.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana menyambut baik dan mengapresiasi kerja cepat International Organization for Migration (IOM) Indonesia yang berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Kolaborasi ini merupakan bentuk perhatian serius terhadap isu migrasi aman, etis, dan bertanggung jawab, sekaligus sebagai langkah pencegahan terhadap penyelundupan migran dan perdagangan orang.

 

Lebih lanjut Kepala Dinas Perikanan menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat pemahaman nelayan dan masyarakat pesisir mengenai bahaya dan risiko migrasi tidak teratur, penyelundupan migran, serta aktivitas penangkapan ikan di perairan negara lain yang melanggar ketentuan hukum internasional.

 

Adapun sasaran kegiatan ini meliputi nelayan, nakhoda kapal, organisasi kelompok nelayan, dan komunitas masyarakat pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Poleang Tenggara. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para peserta dapat menambah wawasan dan memahami secara utuh dampak hukum, sosial, dan kemanusiaan dari migrasi tidak teratur dan praktik penyelundupan migran.

 

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bombana, khususnya Dinas Perikanan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IOM Indonesia serta Pemerintah Indonesia atas komitmen dan upaya berkelanjutan dalam melindungi warga negara Indonesia di berbagai negara, terutama dalam situasi krisis. Penghargaan juga disampaikan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini di Desa Terapung sebagai wilayah pesisir yang strategis.

 

Menutup sambutannya, Kepala Dinas Perikanan berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menjadikan materi yang diperoleh sebagai modal berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat pesisir dan nelayan Kabupaten Bombana dapat terhindar dari praktik migrasi tidak teratur dan kejahatan penyelundupan migran.