Ketua TP PKK Bombana Gelar Panen Cabai Rawit Bersama Bupati Bombana
Bombana, Sabtu 28 Maret 2026 — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, bersama jajaran Pengurus PKK Kabupaten Bombana melaksanakan kegiatan panen cabai rawit di Kebun PKK Kabupaten Bombana yang berlokasi di Desa Watukalangkari, Kecamatan Rarowatu.
Kegiatan panen berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Suasana gembira terlihat jelas dari para pengurus PKK yang antusias memetik cabai rawit yang tumbuh subur. Kegembiraan semakin bertambah mengingat harga cabai saat ini tergolong tinggi, yakni mencapai Rp60.000 per kilogram, sehingga memberikan nilai ekonomi yang cukup menguntungkan. Hasil panen cabe rawit tak hanya dinikmati oleh Pengurus PKK Kabupaten saja namun juga akan dibagi-bagikan ke warga sama seperti panen tomat sebelumnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, yang memberikan dukungan langsung terhadap program pemberdayaan yang dijalankan oleh TP PKK. Kehadiran Bupati menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya PKK dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih produktif.
Ibu Hj. Fatmawati Kasim Marewa menyampaikan bahwa kebun PKK ini dikembangkan sebagai percontohan pertanian terpadu yang dapat diadopsi oleh masyarakat. “Kebun PKK ini tidak hanya ditanami cabai rawit, tetapi juga berbagai tanaman lain seperti jagung, terong ungu, dan mentimun. Selain itu, juga terdapat kolam budidaya ikan nila yang mendukung kebutuhan pangan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan lahan kosong secara optimal dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga.
Bupati Bombana dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi peran aktif TP PKK dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Kebun PKK Kabupaten Bombana diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengelola potensi lokal secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (NS)
