Berita Terkini

Image

KPU DAN BAWASLU SERBU DISDUKCAPIL BOMBANA PEMUKTAHIRAN DATA ANOMALI PEMILIH BERKELANJUTAN

Bombana, Selasa (24/6/2025) – Suasana ruang kerja Kabid Pemanfaatan Data Disdukcapil Kabupaten Bombana hari ini mendadak Hangat dan penuh koordinasi serius. Ketua Bawaslu Bombana, Irpan, S.H., M.H., bersama Kadiv Perencanaan Data dan Informasi KPU, Dasril, S.Pd., Kasubag Pendatin Bactiar Lazi,SE.ME dan staf melakukan kunjungan penting guna membahas Pemutakhiran Data Potensial Pemilih Berkelanjutan (DPB).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kabid Pemanfaatan Data Disdukcapil, Sri Patonah, S.Kom., didampingi Jafung teknis. Fokus pembahasan kali ini adalah pemadanan data kependudukan dan data pemilih yang selama ini masih ditemukan banyak anomali, seperti data ganda, pemilih yang telah meninggal, atau pindah domisili namun belum terhapus dari daftar pemilih aktif.

🔍 Fokus Kunjungan:

  • Menemukan dan menyaring data pemilih tidak valid
  • Memastikan sinkronisasi antara data Dukcapil dan DPB
  • Meningkatkan keakuratan pemilu yang adil dan demokratis

Irpan, S.H., M.H. (Ketua Bawaslu Bombana):
"Kunjungan ini adalah bagian dari komitmen Bawaslu untuk memastikan pemilih yang tercatat memang benar-benar memiliki hak dan identitas yang sah. Kami apresiasi Disdukcapil yang responsif dan terbuka terhadap kolaborasi ini."

Dasril, S.Pd. (KPU Bombana - Divisi Perencanaan Data & Informasi):
"Pemutakhiran data bukan hanya soal angka, tapi soal kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Dengan data dari Dukcapil yang valid dan real-time, kita pastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilih atau justru ada pemilih yang tidak berhak masuk dalam DPT."

Sri Patonah, S.Kom. (Kabid Pemanfaatan Data Dukcapil):
"Kami siap bantu full. Kami punya data by NIK, by name, dan by address yang bisa dipadankan langsung untuk menyaring data anomali. Disdukcapil tidak hanya pasif, kami jemput bola untuk wujudkan data pemilih yang bersih dan mutakhir."

💡 Rekomendasi & Harapan Ke Depan:

Ketiga pihak sepakat bahwa:

  • Perlu dibentuk tim teknis lintas instansi untuk pemadanan data rutin.
  • Dibutuhkan integrasi sistem agar pembaruan data bisa dilakukan lebih cepat dan otomatis.
  • Sosialisasi kepada masyarakat akan digencarkan agar warga sadar pentingnya data kependudukan yang valid dalam demokrasi.

Dengan langkah sigap ini, Kabupaten Bombana memperlihatkan keseriusannya dalam mewujudkan pemilu yang bersih, inklusif, dan akuntabel. Tak hanya slogan, tapi kerja nyata dari hulu ke hilir!

(Patonah)