RAPAT TINDAK LANJUT HASIL INVESTIGASI SATGAS PERCEPATAN MBG KABUPATEN BOMBANA
Bombana, PPID Utama Kabupaten Bombana - Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar rapat koordinasi terkait tindak lanjut dugaan keracunan makanan pada pelaksanaan MBG di Kecamatan Poleang Utara yang terjadi pada 11 November 2025. Rapat tersebut berlangsung pada Jumat, (14/11/2025), bertempat di Ruang Rapat Measa Laro Lt. 2 Kantor Bupati Bombana.
Rapat dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, yang menekankan pentingnya memperkuat pengawasan dan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman dan sesuai standar keamanan pangan. Rapat ini turut dihadiri oleh Koordinator Wilayah BGN Bombana, Kepala SPPG Poleang Utara, Kepala Dinas Kesehatan Bombana, OPD teknis, pihak sekolah, penyedia makanan, serta unsur kecamatan.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas hasil investigasi Dinas Kesehatan Bombana pada 12 November 2025, yang telah melakukan penelusuran lapangan terkait penyebab awal dugaan kontaminasi makanan.
Kepala SPPG Poleang Utara, Rahmat Romadon, memberikan penjelasan terkait langkah teknis yang telah dilakukan pihaknya dalam sistem pengolahan dan distribusi makanan MBG di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan perubahan sistem memasak dan pengemasan agar lebih sesuai dengan standar keamanan.
“Untuk pengetahuan cara packing-nya dan cara masaknya, kami sudah melakukan perubahan. Sistem memasaknya kami ubah. Yang sebelumnya dimasak bersamaan semuanya, kini sudah kami pisahkan. Sehingga makanan yang terakhir kami hantarkan MBG itu disesuaikan dengan jadwal masaknya. Dengan begitu, arahan Dinas Kesehatan terkait batas waktu 4 jam konsumsi makanan dapat terpenuhi dan tidak lagi terlewati,” ujarnya.
Rahmat juga menjelaskan kendala geografis yang mempengaruhi percepatan pendistribusian.
“Kondisi di Poleang Utara itu jalurnya bercabang menjadi empat. Ini menyulitkan kami karena idealnya distribusi dilakukan sekali antar. Namun itu tidak bisa dilakukan karena struktur jalannya. Wilayah yang kemarin mengalami KLB juga menjadi titik terakhir yang kami antarkan karena aksesnya sulit. Jadi percepatan distribusi tidak dapat maksimal seperti di wilayah lain yang lebih mudah dijangkau,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bombana berharap evaluasi ini menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi peserta didik dan mencegah terulangnya kejadian serupa.(Nfl/SrM)
